Thursday, July 19th, 2018

BENTUK KOPERASI TANPA BUNGA TANPA RIBA ABAH GUMAY PERANGI RIBA

Published on July 3, 2018 by   ·   No Comments

Sebuah ide tidak akan berarti tanpa adanya realisasi. Hal inilah yang melatari Ketua DPP Lembaga Tatar Sunda Yang Juga Politikus partai bulan bintang sekaligus Ceo Centrerpoit Ini Diansyah Putra Gumay mendirikan koperasi tanpa riba dengan bendera Centerpoint Bernama KSU Tatar Sunda “pada tahun 2016, karena saya tidak mau sekedar wacana maka saya bentuk dan legalkan KSU Tatar Sunda. Kalau idenya saya liat di kampung sekitar saya, 70 persen penduduk desa saya terjebak riba’, hampir 10 bank keliling dan resmi berkeliaran di kampung saya, setiap hari penagihan, peminjam tidak bisa mempunyai aktivitas sendiri, walau sekedar jalan jalan sehari sama keluarga karena harus hadir, belum lagi dengan bunga yang mencekik, pinjam 1 juta terima 800 ribu, pas dikembalikan 1,3 juta, bahkan banyak yang pinjam 1 juta kembali 1,5 juta,” kata pentolan Centerpoint Group ini kepada Media, baru-baru ini di ruang kerjanya.

Ironisnya, kata Diansyah, banyak istri yang diusir suami karena pinjam bahkan tak sedikit yang jual perabotan rumah tangga hanya sekedar buat bayar cicilan, atau bayar bunganya saja. “Saya sangat prihatin, ini adalah cermin tempat berkaca bagaimana kehidupan masyarakat bawah yang sesungguhnya, saya berharap pemerintah sesekali turun ke lapangan, setingkat camat atau bupati saja, lihat kondisi masyarakat di pelosok. Yang saya lakukan ini sekedar daya upaya saja, siapa tau para pemimpin negeri ini peka, sekelas komunitas kecil saja sanggup memberikan pinjaman non riba, kenapa tidak bagi organisasi? Kami akan bantu,” ujarnya.
Lantas apa saja syarat pinjaman di KSU Tatar Sunda? Yang jelas kata Diansyah Putra Gumay, harus jadi anggota komunitas dulu. Ketika Sudah ada kelompok dan ketua kelompok sebagai penanggung jawab beranggotakan minimal 15 orang dalam satu wilayah, anggota sudah bisa melakukan pinjaman dan mendapatkan Kartu Member, Buku Tabungan dan Buku Pinjaman Koperasi.
Adapun sumber pendanaan koperasi ini berasal dari anggota, dari uang pendaftaran 100 ribu rupiah. Tak heran, dengan konsep ini, KSU Tatar Sunda kini memiliki anggota yang jumlahnya mencapai ribu orang, dari dana tabungan pribadi. “Saya sendiri dan keluarga sudah tidak menabung di bank bank riba lainnya, saya sudah menabung dan puter uang di koperasi tanpa riba yang mana dananya tidak ada bunga, tidak ada potongan. Walau tidak dapat bunga, tapi minimal tidak ada potongan, yang menabung 1 juta ketika narik 1 juta juga tanpa potongan tanpa bunga,” ujarnya.

Diansyah Putra Gumay juga menegaskan, dari pada dikelola riba lebih baik dipergunakan masyarakat untuk usaha tanpa riba. “Saya masih menggunakan sarana bank seperti ATM, credit card sebagai wahana transaksi bisnis seperti menerima transferan anggota yang ada di luar daerah, pembayaran domain hosting menggunakan uang virtual yang memerlukan credit card non tunai, hanya itu tidak lebih,” ungkap Diansyah Putra Gumay.
Lebih jauh, putra daerah Sumatera Selatan ini mengungkapkan, dari seluruh anggota memang tidak semua membutuhkan pinjaman, namun di kalangan tertentu seperti pengusaha kecil, tukang mie ayam, gorengan, nasi uduk dan ibu rumah tangga yang mempunyai usaha rumahan paling yang pinjam.
Lebih lanjut Diansyah, memaparkan tentang system perputaran dana di KSU Tatar Sunda, salah satunya yakni dengan membentuk berbagai kelompok. “Misal di satu desa ada 3 kelompok beranggotakan masing-masing 10 anggota, nah kelompok 1 dicairkan terlebih dahulu, sedangkan kelompok kedua dan ketiga masuk system daftar antri, ketiga penagihan di kelompok pertama maka tagihan akan dicairkan di kelompok kedua, begitu seterusnya sehingga anggota akan merasakan manfaat dari pinjaman tersebut,” ungkapnya.
Adapun jika ada anggota koperasi yang tidak mampu bayar atau meninggal, kata Diansyah, KSU Tatar Sunda menganggapnya lunas, tanpa membebankan ahli warisnya. “Kalau yg pailit tidak mampu membayar lagi pun kami anggap lunas bahkan kami santuni melalui yayasan Lembaga Tatar Sunda.
Sementara, dari segi keamanan, menurut Diansyah Putra Gumay, menabung di koperasi ini bisa dijamin, karena ketika masyarakat menabung di KSU Tatar Sunda, otomatis anggota telah berbagi, uang tidak mengendap di perusahaan, tetapi langsung disalurkan ke anggota koperasi sebagai pinjaman tanpa bunga, di mana anggota juga sebagai pengawas, sehingga tau kondisi keuangan masing-masing. “Di tempat lain bank sekalipun Anda tidak mungkin sekaligus bisa dilibatkan mengawasi uang tabungan Anda,” tandasnya.
KSU Tatar Sunda memberikan fasilitas kredit dan pinjaman bagi anggotanya bukan untuk menyulitkan. Ketidakmampuan masyarakat ekonomi lemah membeli secara cash juga yang melatari koperasi ini berdiri, bahkan tanpa KSU Tatar Sunda pun orang akan berupaya membeli secara kredit, karena tidak mampu beli cah, orang akan tetap mencari pinjaman dana tanpa memikirkan riba, lantaran terdesak kebutuhan. Sedangkan KSU Tatar Sunda belajar mendidik. “Tidak semua tujuan harus di capai dengan riba,” tegasnya.
Terlebih, kata Diansyah Putra Gumay, ketika anggota meninggal dan masih memiliki pinjaman di koperasi, maka koperasinya yang akanmelunaskan semuanya. “Ketika anggota mengalami pailit, dan masih ada pinjaman di koperasi ini , maka anggota tersebut cukup mengajukan surat tidak mampu, dan kami akan melunasi bahkan memberi santunan melalui yayasan,” ungkapnya.
KSU Tatar Sunda, lanjut Diansyah Putra Gumay, tidak memilih dan memilah, semua anggota terlayani dengan baik, cepat dn tepat. Di tempat lain, betapa sulit dan berbeli. Jika kita mengajukan pinjaman, selain perlu dokumen lengkap, juga perlu jaminan, tentunya dengan bunga yang cukup tinggi. “Begitu juga dengan bank, hanya orang tertentu dengan nominal gaji tinggi, dan mereka yangberada di kelas atas yang memiliki surat/barang jaminan saja yang terlayan dan dapat kesempatan pengajuan pinjaman cepat dan bantuan dana/ modal. Lalu bagai mana dengan nasib pedagang keci dan merek yang masih mengontrak, yang masih berada dalam kesulitan ekonomi? Tentunya ini akan jadi sebuah kesulitan besar, jangan ‘kan dapat pinjaman, untuk sebuah harapan pun tak ada,” papar Diansyah
Karena itu, lanjut Diansyah Putra Gumay, KSU Tatar Sunda hadir menjawab semua kesulitan masyarakat yang masih berada di bawah standar ekonomi, bertekad dan bertujuan mensejahterakan anggota khususnya, dan masyarakat indonesia umumnya “Jadi intinya pengajuan pinjaman dan kredit di koperasi ini tidak menimbulkan kesulitan, justru menjadi solusi di tengah kesulitan, karena tanpa riba yang dibebankan kepada peminjam,” ujarnya.
Dengan demikian, semua program koperasi ini nyatanya merupakan sebuah keuntungan bagi anggota yang tidak bisa didapatkan dari suatu komunitas, bisnis, atau usaha manapun. “KSU Tatar Sunda No Riba dan tidak ada pembungaan uang, koperasi kita sudah jalan, banyak anggota yang mengambil manfaatnya, mendapat pinjaman tanpa bunga dan terbantu dengan KSU Tatar Sunda,” imbuhnya
“Saya sedang berbisnis dengan Allah, dari usaha dan bidang lain di Centerpoint ini kami meraup keuntungan. Khusus koperasi ini saya berprinsip, kalau kita makan terus tapi tidak ada yang dikeluarkan itu bisa jadi penyakit, untuk lebih tau tentang KSU Tatar Sunda buka saja website kami di www.centerpoint.id,” ungkap Diansyah.
Lebih jelas Diansyah Putra Gumay juga mengupas tentang hukumnya riba dalam Islam, bahwa Allah SWT juga mengancam para pelaku dengan tidak menerima keberkahan. Hal ini dijelaskan dalam surat Al- Baqarah ayat 275, 276 dan 278 yang berbunyi, “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya kemasukan syaitan lantaran (ekana) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual- beli dan mengharamkan riba. Orang- orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya lalu terus berhentu (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang menguanginya (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni- penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya (275). Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa.

umar/Puskominfo

Readers Comments (0)




TOPBOGOR on TV


Selebriti Politik Pekan Ini

Tokoh Pekan Ini

IMG-20170402-WA0036

Arsip

Kategori