Sunday, September 23rd, 2018

Gus Soleh : Jangan gunakan Masjid untuk berpolitik

Published on February 17, 2018 by   ·   No Comments

 

Jum’at 16/2/2018 – Gus Sholeh Mz selaku Ketua Umum Forum Rembuk Masjid Indonesia (Formasi), meminta kepada seluruh masyarakat dan seluruh elemen agar tidak menggunakan masjid untuk dijadikan tempat berpolitik. karena sudah pasti bertolak belakang dengan tujuan kegunaan masjid itu sendiri.

Melalui siaran PERS nya di Jakarta, ia menyampaikan kepada awak media, yaitu ” Sujud itu mengandung arti taat, patuh, dan tunduk dengan hormat. Tempat yang dibangun khusus untuk melakukan sujud seperti ini, secara rutinitas disebut masjid,” ungkapnya.

Lalu Gus soleh menambahkan, Dalam ilmu tata bahasa atau gramatikal bahasa Arab,  kata masjid  Yaitu kata benda yang berarti tempat. “Masjid berarti tempat bersujud,” jelasnya.

Namun Gus Soleh menyesalkan Fungsi Masjid sudah banyak yang tidak sesuai dengan keseharusannya lagi sejak Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 dan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018, fungsi masjid tak lagi menjadi tempat bersujud kepada Allah saja, tapi Juga dijadikan ajang politisasi para politikus yang ‘bertopengkan agama’.

Padahal Islam merupakan rahmat bagi seluruh alam semesta (rahmatan lil’alamin) serta mengajarkan nilai-nilai perdamaian dan kasih sayang kepada semua manusia. Maka, selayaknya umat Islam menjadi “payung” untuk Memberi keteduhan dan kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia,

Tetapi kini yang terjadi  sebaliknya, akibat politisasi masjid, banyak para khatib Jumat dan penceramah masjid telah direkrut politisi tertentu. Alhasil, Khotbahnya menjurus politik tertentu dengan menjelek-jelekkan, bahkan menghujat serta mencaci maki lawan politiknya. ujarnya.

Masjid yang sejatinya dibuat tempat beribadah dan dakwah-dakwah menyejukkan, beralih fungsi menjadi ajang khotbah tentang kebencian dan permusuhan. tambahnya.

Tuduhan bid’ah, ahli neraka, kafir, musyrik, dan munafik terhadap paham berbeda, misalnya, kerap dilontarkan. Gus Sholeh pun menyebut, hal tersebut mengindikasikan paham ekstrem telah masuk dan kian kuat. semua itu Dapat membahayakan keutuhan bangsa Indonesia yang multietnis, suku, budaya, dan agama, terang dia.

Karena itu, mari bentuk Formasi menolak segala bentuk politisasi masjid. Kemudian, mengembalikan fungsi masjid seperti semula. Tempat ibadah juga harus menjadi sarana mempersatukan umat. Selain itu menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan media dakwah yang positif. Selanjutnya, merefleksikan ajaran Islam rahmatan lil’alamin. dan Mencegah jangan sampai masuknya khatib Jumat dan penceramah pengajian masjid yang berpaham radikal, tuntasnya.

 

Hera/Red.

Readers Comments (0)




TOPBOGOR on TV


Selebriti Politik Pekan Ini

Tokoh Pekan Ini

IMG-20170402-WA0036

Arsip

Kategori