Monday, June 25th, 2018

PAPARKAN SISTEM PERISAI KE JEPANG,BPJS KETENAGA KERJAAN MENDAPATKAN PUJIAN

Published on December 29, 2017 by   ·   No Comments

Jakarta 28/12/2017,Di akhir tahun ini  BPJS  Ketenagakerjaan menghadiri undangan  Pemerintah Jepang yang diwakili oleh JICA dan Federasi Sharoushi, di kantor pusat Sharoushi Federation,di Tokyo.kunjungan tersebut adalah   untuk melakukan pertemuan bilateral dalam mengevaluasi kerjasama.

Sejak tahun 2016 BPJS Ketenagakerjaan sudah  bekerjasama dengan pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Kerjasama tersebut antara lain adalah untuk meningkatkan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia, yaitu melalui adopsi sistem keagenan Sharoushi, yang  telah berhasil diaplikasikan di Jepang.

pertemuan ini dihadiri oleh Direksi BPJS Ketenaga kerjaan, perwakilan dari JICA, Kementrian Kesehatan dan Ketenagakerjaan Jepang, para pimpinan Federasi Sharoushi serta KBRI Jepang. dan kemudian Kegiatan ini dilanjutkan dengan konferensi pers dengan media massa di Jepang.

Bapak Asus susanto selaku Direktur Utama BPJS Ketenaga kerjaan dalam pertemuan kali itu didampingi oleh Bapak Sumarjono selaku direktur renstra dan TI. Pada  sambutannya kali itu Agus menjelaskan, bahwa pada saat ini terdapat 126 Juta angkatan kerja di Indonesia, tapi yang diwajibkan menjadi peserta sebanyak 86 Juta pekerja selain PNS, TNI dan Polri.Sedangkan yang telah terdaftar sebagai peserta di BPJS Ketenaga kerjaan sebanyak 47 Juta tenaga kerja, dan yang masih aktif sebanyak 25,4 juta,

Agus juga menerapkan tentang bagaimana agar bisa mendapatkan penambahan kepesertaan BPJS. Ketenaga kerjaan berinisiatif menjalankan berbagai strategi, salah satunya mengembangkan sistem keagenan kepesertaan yang diadopsi dari Sharoushi dan Japan Collection System. dan Sistem keagenan ini di Indonesia dinamakan PERISAI yang merupakan singkatan dari PENGGERAK JAMINAN SOSIAL INDONESIA. kemudian beliau menambahkan, pilot project PERISAI telah dilaksanakan terlebih dahulu di 10 Provinsi di Indonesia, dan hasilnya cukup baik serta disambut positif oleh masyarakat pekerja.

Selanjutnya pihak BPJS Ketenagakerjaan akan menyempurnakan PERISAI dengan sistem aplikasi digital berbasis internet yang dioperasikan melalui smartphone. Aplikasi ini mengintegrasikan sistem yang ada di BPJS Ketenagakerjaan dengan sistem di Bank. Dengan aplikasi digital tersebut seluruh proses ditangani secara Elektronis, Straight Trough Processing (STP), Single  Sign on dan Paperless.

Dalam pertemuan tersebut pihak BPJS Ketenaga kerjaan juga mendemokan penggunaan aplikasi PERISAI yang telah memanfaatkan teknologi digital untuk penanganan operasionalnya dan inisiatif. yang kemudian mendapatkan apresiasi serta pujian dari seluruh hadirin.

Dan masih pada kesempatan yang sama, Agus menjelaskan “Jadi kami tidak mengadopsi bulat-bulat sistem Sharoushi, namun kami akan sesuaikan dengan budaya Indonesia dan kami pun akan menyempurnakan dengan memanfaatkan teknologi informasi berbasis digital. tentunya  Aplikasi ini tidak hanya mempermudah sistem kerja PERISAI dalam mengakuisisi peserta, namun juga memudahkan pemantauan secara real time oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan terhadap akusisi yang dilakukan oleh PERISAI. Selain itu, aplikasi PERISAI digunakan BPJS Ketenagakerjaan untuk meminimalisir risiko terjadinya fraud”.kemudian beliau menambahkan Meskipun aplikasi PERISAI baru satu bulan diimplementasikan, sejak November 2017 kemarin, kami telah berhasil mengakuisisi 12 ribu peserta baru, dengan jumlah PERISAI yang telah direkrut tercatat sebanyak 512 orang, namun yang aktif melakukan akuisisi baru 195 orang PERISAI.

Sebagai bentuk apresiasi pelaksanaan tugasnya,Dalam hal ini PERISAI akan mendapatkan insentif yang menarik dari BPJS Ketenagakerjaan, itu adalah bentuk apresiasi pelaksanaan tugas. Insentif pertama adalah Insentif Akuisisi sebesar Rp 500 Ribu perbulan, dengan syarat harus melakukan akuisisi peserta baru minimal 50 peserta setiap bulannya. Ada juga insentif Iuran sebesar 7,5% dari total jumlah iuran yang dikumpulkan setiap bulan.

Agus juga menegaskan bahwa di tahun 2018, kami berencana merekrut secara bertahap 5 ribu orang PERISAI untuk melakukan akuisisi 3 juta peserta baru. PERISAI tersebut akan kami rekrut dari berbagai kalangan atau komunitas seperti dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Kantor Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Serikat Pekerja, Serikat Buruh dan Asosiasi serta Komunitas lainnya.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana JICA Jepang akan mensponsori PERISAI yang terbanyak melakukan akuisisi untuk mendapatkan pelatihan di Jepang.

Di akhir pertemuan, pihak BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Jepang sepakat untuk melakukan transfer knowledge terkait sistem keagenan dengan teknologi PERISAI ini ke negara-negara berkembang seperti Mongolia, Vietnam, Afrika dan lainnya.

Di akhir sambutannya Agus mengakhiri dengan memberi imbauan “Kami berharap PERISAI dapat menjadi salah satu solusi untuk dapat memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja dan sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di Indonesia. Juga dapat mendukung negara-negara berkembang lain dalam menyelenggarakan perlindungan jaminan sosial”.

 

Hera/red

Readers Comments (0)




TOPBOGOR on TV


Selebriti Politik Pekan Ini

Tokoh Pekan Ini

f5ee1c57-7e60-43e4-8983-4b2224d7b7cc

Arsip

Kategori