Tuesday, October 16th, 2018

BNN Di Kaleidoskop 2017

Published on December 31, 2017 by   ·   No Comments

bnn

Jakarta – Badan Narkotika Nasional ( BNN ) di tahun 2017 berhasil mengungkap pabrik narkoba jenis sabu dengan skala jumbo di dua pabrik yang berbeda, yaitu dikawasn Cinere Depok dan di diskotik MG Club Jakarta barat. Pabrik sabu yang  berada di kawasan Cinere Depok diperumahan Bumi ismaya rt 003/ 08 , terungkap pada 10 April 2017. Produksi sabu ini dikendalikan oleh seorang narapidana, yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. Dan dalam kasus itu BNN berhasil menangkap empat orang tersangka lainnya  yang sedang memproduksi sabu ,Keempat tersangka tersebut adalah  Hidayatullah, Ade Syahputra, Eddy Suherman dan Syamsul Bahri.

Diketahui dari keterangan yang didapat, bahwa dana yang mereka peroleh untuk memproduksi sabu tersebut didapat dari  dua tahanan berinisial DAN dan DIT, keduanya pun adalah orang yang mengendalikan produksi dalam peredaran narkoba tersebut. dan mereka sebenarnya masih menjadi tahanan penjara. DAN adalah napi yang berasal dari Lapas Lhoksukon, Aceh. Sedangkan DIT tahanan di Lapas Cipinang.

bnntersangka bertambah dua lagi, kedua tahanan ini sebelumnya diketahui mengendalikan produksi sabu di Depok, ujarnya. Arman juga menuturkan, jika jaringan Hidyatullah Cs telah memproduksi sabu berkali-kali selama enam bulan belakangan ini.

Arman Depari Deputi Bidang Pemberantasan BNN mengatakan pabrik sabu yang berada di Depok itu, memproduksi sabu dengan perbandingan dua berbanding satu, dan diperkirakan bisa membuat sabu kualitas terbaik sekitar 15-20 Kg/produksi.

Setiap 2 Kg bahan baku sabu bisa menghasilkan 1 kg kristal sabu yang siap jual, Yang kami lihat ada sekitar 30-40 Kg bahan baku yang sedang dimasak oleh mereka, kata Arman.

Kasus lainnya, BNN berhasil mengungkap produksi sabu cair di dalam diskotek MG International Club di Jalan Tubagus Angke, Wijaya Kusuma, Jakarta Barat, minggu 17 Desember 2017.

Penggerebekan diskotek MG Club itu merupakan pengembangan dari penangkapan lima pengedar narkoba di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kelimanya adalah Wastam, 43 tahun, Ferdiansyah (23), Dedi Wahyudi (40), Mislah (45), dan Fadly (40).

Produksi sabu cair tersebut dibuat dan dijual khusus untuk Pembeli atau tamu diskotek yang memiliki kartu anggota dengan masa berlaku enam bulan dan untuk Setiap pembuatan kartu dan perpanjangan harus membayar Rp 600 ribu. Cara pembelian sabu cair ini juga terbilang rumit. Sebab, tamu wajib memperlihatkan kartu anggota kepada captain. Lalu, captain meminta kurir menyiapkan narkoba cair. harga sabu cair tersebut di bandrol Rp. 400 ribu /botol dengan ukuran 330 mililiter.

kemudian kurir mengontak penghubung, lalu penghubung mengambil narkoba ke lantai 4  ditempat penyimpanan serta produksi. Penghubung pun menyerahkan barang itu kepada kurir dengan sebelumnya kurir menyerahkan uang sesuai dengan harga. Selanjutnya, kurir menyerahkan sabu tersebut kepada pemesan.

Penggerebekan diskotek MG Club itu merupakan pengembangan dari penangkapan lima pengedar narkoba di Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kelimanya adalah Wastam, 43 tahun, Ferdiansyah (23), Dedi Wahyudi (40), Mislah (45), dan Fadly (40).

hera/red


Readers Comments (0)




TOPBOGOR on TV


Selebriti Politik Pekan Ini

Tokoh Pekan Ini

IMG-20170402-WA0036

Arsip

Kategori